MATANGKULI – Semangat kebersamaan dan kepedulian antarpelaksana pendidikan Islam kembali terlihat di Aceh Utara. Pada Selasa (13/1/2026), Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Dayah Babussalam menerima kunjungan istimewa sekaligus penyaluran bantuan kemanusiaan dari Pengurus Pusat Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (ASPENDIF).
Kunjungan ini merupakan respons nyata terhadap musibah bencana alam yang menerjang wilayah Aceh dan Sumatera sekitar satu bulan silam, di mana Dayah Babussalam menjadi salah satu lembaga pendidikan yang terdampak cukup serius.
Rombongan tamu yang dipimpin langsung oleh KH. Ahmad Fadhlullah Turmuzi selaku Ketua Umum ASPENDIF Pusat, didampingi oleh KH. Deden Abdullah Ahmad (Sekretaris Umum Aspendif). Turut hadir dalam rombongan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kemenag Aceh Utara, yang menunjukkan sinergi kuat antara asosiasi dan pemerintah.
Sesuai dengan adat Aceh yang kental dengan filosofi Peumulia Jamee (memuliakan tamu), kedatangan rombongan disambut dengan hangat oleh keluarga besar Dayah Babussalam. Tampak menyambut di lokasi: Waled H. Sirajuddin (Pimpinan Dayah Babussalam), Abi Saryulis (Rais Am Dayah Babussalam) Kepala PDF tingkat Ulya dan Wustha, Segenap jajaran Dewan Guru
Meninjau Sisa Dampak Bencana
Dalam kunjungan tersebut, Ketua ASPENDIF menyempatkan diri meninjau langsung beberapa titik di lingkungan dayah. Meski proses pembersihan telah dilakukan, di beberapa sudut lokasi masih terlihat sisa-sisa lumpur yang mengering akibat banjir bulan lalu. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat langsung kebutuhan sarana prasarana yang mendesak untuk segera dipulihkan.
"Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas sumbangsih dan perhatian luar biasa dari ASPENDIF Pusat. Bantuan ini sangat berarti bagi kondisi kami yang baru saja dilanda musibah. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan ini," ujar Waled H. Sirajuddin dalam sambutannya yang penuh haru.
Khanduri sebagai penutup dan kekeluargaan
Sebelum rombongan bertolak kembali, suasana kekeluargaan semakin terasa saat para tamu dihidangkan khanduri (jamuan makan bersama). Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus penguat tali silaturahmi antara pengurus pusat dan pengelola pendidikan di daerah.
Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan operasional pendidikan di PDF Dayah Babussalam, sehingga para santri dapat kembali belajar dengan nyaman dan optimal.


